Saturday, December 10, 2011

Basic Engine Component Part 9 ; FlyWheel Compartment

Sahabat teknisi, kali ini saya akan melanjutkan pembahasan mengenai komponen engine. Sekarang yang akan saya bahas adalah bagian paling belakang dari engine, yaitu flywheel.

• Flywheel
Flywheel terpasang di belakang carnkshaft dan diikat dengan bolt untuk mentransfer putaran engine
ke power train atau lainnya. Engine power dihasilkan di dalam combustion strock pada masing-masing cylinder yang menyebabkan terjadinya torque yang bervariasi pada crankshaft yang kemudian ditrasnfer ke fly wheel. Dengan adanya inertia yang besar pada flywheel, walaupun torque yang diterima crankshaft tidak sama, dapat diredam oleh fly wheel karena fly wheel dapat mengisi
kekosongan gerak putar dari crankshaft.





• Ring Gear
Ring gear terpasang melingkar pada lingkaran luar dari flywheel digunakan oleh starting motor untuk
memutar engine.

• Flywheel Housing
Fly wheel housing terpasang di bagian belakang cylinder block. Bracket bagian belakang engine
terpasang pada fly wheel housing dan digunakan untuk mounting engine ke chasis.

• Rear Seal
Rear seal terpasang pada flywheel housing untuk menyekat komponen yang bergerak pada
crankshaft. Ada dua jenis rear seal, single lip type seal dan double lip type seal. Dalam pemasangan
double lip seal jangan sampai lipnya terlipat keluar karena mengakibatkan oil bocor dan lip menjadi
rusak.

• Flywheel dan Flywheel Housing
Konsentrasi beban eksentrik pada crankshaft menimbulkan gaya sentrifugal pada saat berputar dan
membangkitkan vibrasi. Amplitude dari vibrasi menghasilkan secondary vibrasi jika frekwensi vibrasi yang terjadi sama dengan frekwensi pembakaran. Untuk meredam secondary vibrasi dapat dilakukan dua cara. Pertama menggunakan peredam vibrasi di bagian dalam engine dan peredam vibrasi di bagian luar engine ( bagian dari mounting engine ). Balancer shaft salah satu komponen yang digunakan sebagai peredam getaran engine.

No comments:

Post a Comment